Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Make a Difference with education, and be the best.

Make a Difference with education, and be the best.

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

Latest Posts

Rabu, 11 November 2020

Meisintha Gonie

 

MENGGUNAKAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN

 

Abstrak: Pendidikan merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan umat manusia. Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia  yang berorientasi meningkatkan kualitas kehidupan, sebagaimana telah tercantum dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan diarahkan untuk mengembangkan segenap potensi yang ada pada perseta didik untuk memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Melihat perkembangan saat ini,  pembelajaran  yang menggunakan multimedia sudah menjadi kebutuhan dan yang tidak menggunakan multimedia dapat ketinggalan zaman. Berkaitan dengan itu multimedia interaktif dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk menaikkan minat belajar dari peserta didik.

 

Kata kunci: multimedia interaktif, pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

 

 COVID-19 telah menjadi pademi, sehingga pemerintah di berbagai negara telah menerapkan lockdown atau karantina. Pengertian karantina menurut UU Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan adalah pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan meskipun belum menunjukkan gejala apapun untuk mencegah kemungkinan penyebaran ke orang di sekitarnya (UU No 6 tahun 2018).

Pemerintah Indonesia telah menghimbau untuk tetap di dalam rumah dan mengisolasi diri. Pemerintah Indonesia menerapkan aturan PSBB yang merupakan singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar yang dibuat dalam rangka Penanganan COVID-19. Hal ini dilakukan dengan harapan virus tidak menyebar lebih luas dan upaya penyembuhan dapat berjalan maksimal. Dalam usaha pembatasan sosial ini pemerintah indonesia telah membatas kegiatan diluar rumah seperti kegiatan pendidikan yang telah dilakukan secara online melalui pembelajaran online.

Pembelajaran online dilakukan dengan memanfaatkan teknologi khususnya internet. Pembelajaran online dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, dimana Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) tidak dilakukan secara tatap muka.  Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non cetak (audio/video), komputer/internet, siaran radio dan televisi.

Pada pembelajaran online, peserta didik dapat menjadi kurang aktif dalam menyampaikan aspirasi dan pemikirannya, sehingga dapat mengakibatkan pembelajaran yang menjenuhkan. Seorang siswa yang mengalami kejenuhan dalam belajar akan memperoleh ketidakmajuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk menggerakkan siswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar.

Semangat belajar dapat dimiliki dengan meningkatkan motivasi belajar. Motivasi belajar adalah sebuah penggerak atau pendorong yang membuat seseorang akan tertarik kepada belajar sehingga akan belajar secara terus-menerus. Motivasi yang rendah dapat menyebabkan rendahnya keberhasilan dalam belajar sehingga akan merendahkan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, dalam penelitian kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran online akibat pandemi COVID-19. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

 

 

A.                Tinjauan tentang Multimedia

 

1.                   Pengertian Media

 

Menurut Romiszowski (Basuki Wibawa dan Farida Mukti, 1991: 8) berpendapat bahwa media ialah pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa orang atau benda) kepada penerima pesan. Dalam proses pembelajaran penerima pesan itu ialah siswa. Adapun menurut Arief S. Sadiman (2006: 7) menjelaskan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaian pesan dalam proses pembelajaran yang dimasudkan untuk mempermudah, dan mempercepat komunikasi antara guru dan siswa sehingga proses permbelajaran berlangsung baik. Siswa dirangsang menggunakan inderanya untuk menerima informasi melalui media tersebut. Dewasa ini siswa dituntut untuk menggunakan kombinasi dari beberapa indera supaya dapat menerima pesan itu lebih lengkap.

2.               Pengertian Multimedia

 

Multimedia berdasarkan etimologi terdiri dari multi dan media.  Multi berarti beragam sedangkan media berarti sarana/alat (tool) yang digunakan. Menurut Hackbarth (Winarno dkk. 2006: 6) Multimedia diartikan sebagai suatu penggunaan gabungan beberapa media dalam menyampaikan informasi yang berupa teks, grafis atau animasi grafis, movie, video dan audio. Sependapat dengan pengertian tersebut Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto (2013: 46) menjelaskan bahwa multimedia adalah alat bantu penyampaian pesan dalam proses pembelajaran dengan menggabungkan dua elemen atau lebih media, meliputi teks, gambar, grafik, foto, suara, video, animasi, dan film secara terintegrasi. Philip (Winarno dkk. 2009: 8) menyatakan the multimedia component is characterized by the presence of text, pichture, sound, animation, dan video, some or all of which are organized into some coherent progam.

Multimedia adalah gabungan dari teks seni, suara, animasi, video, beberapa komponen tersebut atau seluruh komponen tersebut dimasukkan dalam progam yang koheren. Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud dengan  multimedia  adalah suatu gabungan antara teks, gambar, grafis, animasi, audio, video yang dapat dikreasikan sedemikian rupa sehingga dapat menampilkan sajian yang menarik bagi siswa. Sajian tampilan yang menarik bagi siswa tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Multimedia menggabungkan beberapa media yang kemudian dioperasikan dalam suatu progam pembelajaran.

3.               Multimedia interaktif

 

Multimedia interaktif adalah media yang menggabungkan teks, grafik, video, animasi dan suara. Untuk menyampaikan suatu pesan dan informasi,  melalui media elektronik seperti komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Menurut Robin dan Linda (seperti dikutip Benardo, 2011) Multimedia interaktif adalah alat yang dapat menciptakan persentasi yang dinamis dan interaktif, yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video. Menurut Hofstetter (seperti dikutip Benardo, 2011) Multimedia interaktif adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berintraksi, berkreasi dan berkomunikasi.

4.               Manfaat Multimedia Pembelajaran

 

Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan, dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa. Menurut Cecep Kustandi dan Bambang Sutjipto (2013: 69) multimedia memiliki manfaat bagi guru maupun siswa antara lain sebagai berikut:

a.       Proses pembelajaran lebih menarik,

b.       Interaktif,

c.       Jumlah waktu mengajar dapat dikurangi,

d.       Kualitas pembelajaran dapat dilakukan kapan dan dimana saja, dan

e.       Sikap belajar pebelajar dapat ditingkatkan.

 

Kemp  and  Dayton    (Winarno dkk, 2009: 3) menjelaskan bahwa terdapat manfaat penggunaan multimedia dalam pembelajaran yaitu sebagai berikut:

a.       Penyampaian pesan lebih baku

b.       Menjadikan proses pembelajaran lebih menarik

c.       Menjadikan proses pembelajaran lebih intertaktif

d.       Mengurangi jumlah waktu pembelajaran

e.       Meningkatkan kualitas belajar siswa

f.        Pembelajaran dapat diberikan kapanpun dan dimana pun terutama dalam multimedia pembelajaran dirancang untuk penggunaansecara individual

g.       Sikap positif siswa tentang pa yang mereka pelajari

h.       Peran guru dapat berubah kearah yang lebih positif, beban guru untuk menjelaskan secara berulang-ulang isi dalam pembelajaran dapat diminimalisir sehingga dapat memusatkan kepada aspek penting lain dalam pembelajaran.

 

 

 

5.               Kelebihan Multimedia Pembelajaran

 

Menurut Yudi Muhadi (2013: 150-151) menyebutkan beberapa kelebihan dari multimedia presentasi ini, yakni:

a.       Memiliki kemampuan dalam menggabungkan semua unsur media seperti teks, video, animasi, images, grafik, dan sound menjadi satu kesatuan penyajian yang terintegrasi

b.       Memiliki kemampuan dalam mengakomodasi peserta didik sesuai dengan modalitas belajarnya, terutama mereka yang mempunyai tipe visual, auditif, kinestetik atau yang lainnya.

c.       Mampu mengembangkan materi pembelajaran terutama membaca dan mendengarkan secara mudah.

d.       Mampu menampilkan objek-objek yang sebenarnya tidak ada secara fisik atau diistilahkan dengan imagery. Secara kognitif pembelajaran dengan menggunakan mental imagery akan meningkatkan retensi siswa dalam meningkatkan materi-materi pelajaran.

 

Menurut Daryanto (2013: 52) menyebutkan beberapa keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yakni:

a.       Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dan lain-lain.

b.       Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah seperti gajah, rumah, gunung, dan lain-lain.

c.       Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, berdarnya planet Mars dan lain-lain.

d.       Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dan lain-lain.

e.       Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dan lain-lain.

f.        Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

 

Berdasarkan Dina Indriana (2011: 97-98) menjelaskan beberapa teori tentang kelebihan dari multimedia dalam proses pembelajaran:

a.  Berdasarkan hasil penelitian tentang pemanfaatan multimedia, informasi atau materi pengajaran melalui teks dapat diingat dengan baik jika disertasi dengan gambar. Hal ini bagaimana dijelaskan dalam teori dual coding theory. Menurut teori ini, sistem kognitif manusia terdiri atas dua subsistem, yaitu sistem verbal dan sostem gambar (visual). Jadi, adanya gambar dan teks dapat meningkatkan memori karena adanya dual coding dalam memori.

b.  Menurut teori quantum learning, siswa memiliki modalitas belajar yang dibedakan menjadi tiga tipe yaitu visual, auditif, dan kinestetik. Keberagaman modalitas belajar ini dapat diatasi dengan menggunakan perangkat media sistem multimedia. Sebab, masing-masing siswa yang berbeda tipe belajarnya tersebut dapat diwakili oleh multimedia. Karena itu, multimedia sangatlah universal mengadaptasi gaya belajar siswa yang berbeda-beda.

 

6.               Macam-macam Multimedia Pembelajaran

 

Menurut Daryanto (2010: 51) menyebutkan multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linier dan multimedia interaktif. Multimedia linier adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan). Contohnya: TV dan film, Multimedia interaktif adalah suatu mulltimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya, contoh multimedia interaktif adalah pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain-lain.

Berdasarkan  macam-macam multimedia  maka dalam penelitian ini digunakan multimedia interaktif.   

7.               Objek-objek Multimedia pembelajaran

 

Cara membuat presentasi yang baik supaya menarik perhatian siswa, dapat menggunakan beberapa obyek media berikut ini:

a.          Teks

 

Teks merupakan tampilan yang berupa tulisan. Teks berfungsi untuk menyajikan materi menjadi lebih menarik dengan menggunakan berbagai macam font dan pilihan warna yang dapat memancing perhatian siswa  untuk memperhatikan pelajaran.

b.         Gambar

 

Gambar adalah media yang paling umum dipakai dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar dari pada tulisan, apalagi gambar dibuat dan disajikan sesuai dengan persyaratan yang baik, pemilihan gambar dengan kualiatas bagus akan menjadi daya tarik tersendiri dan tentunya akan menambahkan semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

 

c.          Video

 

Dalam media video terdapat dua unsur yang saling bersatu yaitu audio dan visual. Adanya unsur audio merangsang siswa untuk dapat menerima pesan pembelajaran melalui indera pendengaran, sedangkan unsur visual dapat menciptakan pesan belajar melalui bentuk visualisasai.

d.         Hyperlink

 

Hyperlink dalam softwere powerpoint diartikan sebagai media presentasi yang dapat menghubungkan sebuah file yang berbeda atau menghubungkan banyak slide-slide pada satu file powerpoint. Penggunaan hyperlink memberikan kemudahan mencari file atau slide yang kita ingin lihat. Selain itu hyperlink mampu memberikan kesempatan kepada siswa unutk mengontrol kecepatanya belajarnya sendiri (Daryanto, 2010: 53). Dalam proses pembelajaran siswa dapat memilih sendiri materi yang ingin dipelajari berdasarkan link yang telah dibuat pada powerpoint.

 

B.                 Tinjauan tentang Minat Belajar

 

1.                  Pengertian Minat

Sebelum kita mengetahui minat belajar maka kita harus mengetahui pengertian minat dan belajar. Kata minat secara etimologi berasal dari bahasa inggris “ interest” yang berarti kesukaan, perhatian (kecenderungan hati pada sesuatu), keinginan. Jadi dalam proses belajar siswa harus mempunyai minat atau kesukaan untuk mengikuti kegiatan belajar yang berlangsung, karena dengan adanya minat akan mendorong siswa untuk menunjukan perhatian, aktivitasnya dan partisipasinya dalam mengikuti belajar yang berlangsung. Menurut Ahmadi (2009: 148) “Minat adalah sikap jiwa orang seorang termasuk ketiga fungsi jiwanya (kognisi, konasi, dan emosi), yang tertuju pada sesuatu dan dalam hubungan itu unsur perasaan yang kuat”.

Menurut Slameto (2003:180), “minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan”. Sedangkan menurut Djaali (2008: 121) “minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”. Sedangkan menurut Crow&crow (dalam Djaali, 2008: 121) mengatakan bahwa “minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri”.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian minat adalah rasa ketertarikan, perhatian, keinginan lebih yang dimiliki seseorang terhadap suatu hal, tanpa ada dorongan.

2.                  Pengertian belajar

 

Skinner (Dimyati dan Mujiono, 2006: 9) berpendapat bahwa belajar ialah suatu perilaku, dalam arti pada belajar maka responsnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak belajar maka responsnya menurun. Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Belajar dalam pengertian aktifitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa belajar adalah suatu proses berubahnya tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Belajar yaitu proses kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak bayi (bahkan dalam kandungan) hingga liang lahat. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif) (Eveline Siregar dan Hartini Nara, 2010: 2).

Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya belajar adalah suatu proses aktivitas mental seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan perubahan tingkah laku perubahan dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun keterampilan yang berlangsung seumur hidup.

C.                Tinjauan Mengenai Pendidikan Agama Kristen

Pendidikan Agama Kristen (PAK) atau Pendidikan Kristiani atau juga sering disebut Pendidikan Kristen, umumnya dipandang sebagai mata pelajaran wajib dalam kurikulum pendidikan nasional yang diajarkan di sekolah secara formal, namun sebenarnya PAK justru dimulai dari keluarga dan gereja. Hal tersebut dijelaskan oleh Marpaung bahwa pendidikan Kristen sering menggunakan istilah PAK merupakan salah satu bidang ilmu yang dipelajari di sekolah yang memberi kesan bahwa pendidikan merupakan tugas dari sekolah, bukan gereja. Namun sebenarnya pendidikan Kristen dimulai dari keluarga dalam lingkup kecil dan gereja untuk lingkup yang lebih besar. PAK merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan maksud Allah kepada dunia.[1]

             Harianto mengemukakan bahwa PAK adalah usaha sadar dan terencana untuk meletakkan dasar pertumbuhan iman dalam Yesus Kristus dengan cara mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran kondusif agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, yaitu melandaskan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang dibutuhkan dirinya dan masyarakat.[2] Jadi, dapat disimpulkan Pendidikan Agama Kristen sesungguhnya sudah memiliki tempat yang penting dalam dinamika perkembangan komunitas Kristen.

Tujuan Pendidikan Agama Kristen

            Pendidikan Agama Kristen memiliki suatu tujuan yang jelas dan nyata yaitu untuk menjalankan misi Tuhan Yesus di muka bumi yaitu untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid Tuhan Yesus dan semua manusia mengalami hidupnya sebagai respon terhadap Kerajaan Allah di dalam Yesus Kristus, serta menumbuhkan dan mengembangkan iman serta kemampuan peserta didik untuk dapat memahami dan menghayati kasih Allah dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari.

            Menurut Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), PAK bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi/kemampuan anak didik, baik anak-anak maupun dewasa, kepada ketaatan dan pengabdian kepada Allah dan Firman-Nya sesuai dengan ajaran agama Kristen yang berdasar Alkitab. Ketaatan dan pengabdian dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam keluarga, sekolah, tempat bekerja, gereja, jemaat maupun di dalam masyarakat pada umumnya.[3] Sedangkan bagi Luther tujuan PAK adalah untuk melibatkan semua warga gereja, khususnya yang muda, dalam rangka belajar teratur dan tertib agar semakin sadar akan dosa mereka serta bergembira dalam Firman Yesus Kristus yang memerdekakan mereka disamping memperlengkapi mereka dengan sumber iman, khususnya pengalaman berdoa, Firman tertulis, Alkitab dan rupa-rupa kebudayaan sehingga mereka mampu melayani sesamanya termasuk masyarakat dan negara, serta mengambil bagian secara bertanggungjawab dalam persekutuan Kristen yaitu Gereja.[4]

            Tujuan PAK menurut Brown adalah berhubungan dengan tujuan hidup orang Kristen bagi Tuhan dalam kemuliaan-Nya, sebagai sarana yang digunakan oleh Roh Kudus untuk membawa murid kepada persekutuan dengan Allah, bagi hidup dalam kekekalan, untuk pengembangan pemikiran dalam perspektif Kristen dan untuk melatih mereka dalam kehidupan yang taat sehingga mereka dapat memenuhi tujuan Tuhan bagi keseluruhan hidup.[5]  Dengan adanya dasar dan tujuan pembelajaran PAK dengan jelas anak didik akan mengalami perubahan signifikan dalam pertumbuhan spritualnya.

 

 

                    



[1]Agus Marulitua Marpaung, Gereja yang Belajar Kajian Tentang Pendidikan Kristen dalam Gereja (Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2017), h. 16.

[2]Harianto GP, Pendidikan Agama Kristen dalam Alkitab dan Dunia Pendidikan Masa Kini (Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2012), h. 52.

[3] Robert R. Boehlke, Sejarah Perkembangan Pikiran dan Praktek Pendidikan Agama Kristen dari Plato sampai Ignatius Loyola, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016), h. 111.

[4]Marthin Luther di dalam Ibid., h. 342.

[5]Gordon Brown di dalam Khoe Yao Tung, Filsafat Pendidikan Kristen Meletakkan Fondasi dan Filosofi Pendidikan Kristen d Tengah Tantangan Filsafat Dunia (Yogyakarta: Penerbit ANDI, 2013), h. 263.

Our Team

  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers